Orangutan Sampurna Viral Hari Ini, Ditemukan Lemas di Kebun Sawit akibat Terpapar Asap Karhutla

 


Ketapang, Liputan62.net — Kisah seekor orangutan Kalimantan yang ditemukan dalam kondisi lemah di tengah kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian publik dan viral hari ini, Senin (31/8/2026).


Orangutan jantan dewasa tersebut ditemukan di kawasan kebun sawit masyarakat di Dusun 1 Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Minggu (30/8/2026).


Satwa yang kemudian diberi nama Sampurna itu diduga mengalami kondisi lemah akibat paparan asap karhutla dan kekurangan cairan. Saat proses penyelamatan berlangsung, kawasan berhutan di sekitar lokasi diketahui sedang terbakar dan menimbulkan asap cukup pekat.


Orangutan Ditemukan dalam Kondisi Lemah

Informasi keberadaan orangutan tersebut diterima oleh tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA Kalimantan Barat pada pukul 07.27 WIB. Tim BKSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan.


Sampurna sebelumnya telah terpantau oleh tim Orangutan Protection Unit (OPU) YIARI pada 16 Agustus 2026. Ketika itu, orangutan tersebut masih terlihat aktif berpindah-pindah di sekitar kawasan.


Namun, saat kembali ditemukan pada Minggu pagi, kondisinya sudah melemah di area perkebunan masyarakat. Di sekitar lokasi juga tidak ditemukan sumber air yang dapat digunakan satwa tersebut.


Mendapat Penanganan Medis

Tim melakukan pembiusan secara terukur agar pemeriksaan dan evakuasi dapat dilakukan dengan aman. Setelah berhasil dievakuasi, dokter hewan YIARI memberikan penanganan awal berupa oksigen dan cairan melalui infus.


Sampel darah, feses, dan rambut juga diambil untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, Sampurna dipasangi microchip sebagai bagian dari proses identifikasi dan pemantauan satwa.


Kondisi lemah Sampurna diduga berkaitan dengan paparan asap dan kekurangan cairan. Namun, pemeriksaan medis lanjutan tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara lebih lengkap.


Karhutla Ancam Satwa Liar Kalimantan

Peristiwa yang dialami Sampurna kembali menunjukkan bahwa karhutla Kalimantan tidak hanya berdampak kepada manusia, tetapi juga mengancam satwa liar dan habitatnya.


Asap pekat dapat mengganggu sistem pernapasan satwa, sementara kebakaran membuat ruang jelajah dan sumber makanan maupun air menjadi semakin terbatas. Kondisi tersebut dapat memaksa satwa keluar dari habitat alaminya dan mendekati kawasan perkebunan atau permukiman warga.


Kepala BKSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane menyebut kebakaran di sekitar habitat dan ruang jelajah satwa perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pergerakan serta kondisi satwa liar.


Sampurna Masih dalam Pemantauan

Setelah mendapatkan pertolongan awal, orangutan tersebut dibawa untuk mendapatkan perawatan dan pemeriksaan lebih lanjut. Tim konservasi akan memantau kondisi Sampurna sebelum menentukan tahapan rehabilitasi berikutnya.


Kisah Sampurna menjadi pengingat bahwa upaya penanganan karhutla juga berkaitan erat dengan perlindungan ekosistem dan satwa dilindungi di Kalimantan.


Masyarakat diimbau segera melaporkan keberadaan satwa liar yang terdampak kebakaran kepada petugas konservasi dan tidak melakukan penanganan sendiri yang dapat membahayakan satwa maupun manusia.


(TimRed)

Lebih baru Lebih lama





نموذج الاتصال