Jakarta, Liputan62.net — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan kembali menjadi sorotan dan viral hari ini, Senin (31/8/2026). Kondisi tersebut mendapat perhatian serius karena titik panas masih terpantau tinggi dan asap mulai mengganggu kualitas udara serta jarak pandang masyarakat.
Kementerian Kehutanan menyebut penanganan karhutla terus diperkuat di sejumlah wilayah prioritas, khususnya Kalimantan dan Sumatera. Data SiPongi yang bersumber dari pemantauan satelit menunjukkan terdapat 946 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional hingga Minggu (30/8) malam. Dari jumlah tersebut, 455 titik berada di Kalimantan Barat dan 308 titik di Kalimantan Tengah.
Meski jumlah hotspot mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya, pemerintah mengingatkan bahwa kondisi tersebut belum berarti ancaman kebakaran telah berakhir. Tim gabungan masih melakukan pemadaman di sejumlah lokasi yang dilaporkan mengalami kebakaran.
Kebakaran Kalimantan Tengah Kembali Membesar
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan petugas gabungan masih melakukan penanganan setelah kebakaran kembali membesar pada Minggu (30/8) malam.
Pergerakan api dilaporkan cukup cepat akibat kondisi angin di lokasi. Kabut asap juga menyebabkan jarak pandang di wilayah Palangka Raya dan sekitarnya mengalami penurunan.
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan tim pemadam dan unsur terkait untuk mengendalikan api serta mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.
Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan
Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menjadi wilayah yang mendapat perhatian karena konsentrasi hotspot masih cukup tinggi.
Kementerian Kehutanan mencatat puluhan lokasi karhutla masih dalam proses penanganan. Secara keseluruhan terdapat 93 laporan kejadian karhutla di 12 provinsi, dengan 33 lokasi telah dilaporkan padam dan 60 lokasi masih dalam proses pemadaman.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap atau indikasi kebakaran di sekitar wilayahnya.
Orangutan Terdampak Kebakaran Kalimantan
Dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat. Kebakaran dan asap juga mengancam satwa liar yang berada di sekitar kawasan terdampak.
Seekor orangutan jantan dewasa bernama Sampurna ditemukan dalam kondisi lemah di perkebunan sawit masyarakat di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI melakukan evakuasi setelah orangutan tersebut diduga terdampak paparan asap karhutla.
Peristiwa tersebut semakin menunjukkan bahwa kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan tidak hanya berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat, tetapi juga mengancam habitat serta kehidupan satwa liar.
Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla
Pemerintah bersama tim gabungan terus memperkuat operasi pemadaman, patroli, pemantauan titik panas, serta langkah pencegahan di wilayah rawan.
Masyarakat di daerah yang terdampak asap juga diimbau mengikuti informasi resmi pemerintah dan BMKG serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk.
Kebakaran Kalimantan hari ini menjadi perhatian karena karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah dan kondisi asap berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Penanganan di lapangan terus dilakukan untuk mencegah api meluas.
(TimRed)


