JAKARTA, liputan62.net –
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Peringatan tersebut menjadi perhatian masyarakat karena kondisi cuaca ekstrem dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
Sejumlah wilayah masuk dalam status siaga berdasarkan perkembangan kondisi atmosfer dan potensi cuaca yang dipantau BMKG. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi mulai terjadi.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan informasi dan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan secara berkala. Perubahan kondisi cuaca dapat berlangsung cepat sehingga masyarakat perlu mempersiapkan langkah antisipasi.
Selain hujan lebat, angin kencang juga perlu diwaspadai karena berpotensi menyebabkan pohon tumbang, kerusakan bangunan, serta gangguan jaringan listrik dan transportasi.
Bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, kewaspadaan perlu ditingkatkan ketika hujan deras berlangsung dalam waktu cukup lama. Warga juga disarankan menghindari lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi cuaca yang tidak jelas sumbernya dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah daerah setempat.
Peringatan cuaca ekstrem ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk melakukan mitigasi serta mengurangi dampak yang mungkin terjadi akibat hujan lebat dan angin kencang.



