Dukungan Penuh Camat Depok, KDMP Desa Depok Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan Cirebon


CIREBON, liputan62.net 

21 September 2026 – Dinamika pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Cirebon mendapatkan dorongan signifikan dari pemerintah tingkat kecamatan. Di Kantor Kecamatan Depok, Ibu Suns Dewi, S.Sos. secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan KDMP, khususnya bagi Desa Depok, sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang nyata.

Konfirmasi Langsung: Dukungan Tanpa Syarat untuk Kesejahteraan Warga

Dalam konfirmasi langsung di ruang kerjanya, Ibu Suns Dewi, S.Sos. menekankan bahwa program KDMP bukan sekadar formalitas administratif untuk memenuhi syarat pencairan Dana Desa, melainkan instrumen strategis negara. 

"Kami memberikan dukungan luar biasa penuh terhadap keberadaan KDMP. Ini adalah mandat dari pemerintah pusat untuk memastikan bahwa dana yang mengalir ke desa benar-benar berputar dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga," ujar Ibu Sund, sapaan akrabnya. Ia menilai bahwa dengan struktur pengurus yang sudah terbentuk di Desa Depok—meliputi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara—tahap selanjutnya adalah bagaimana koperasi ini mulai bergerak menjalankan fungsi perniagaannya.

Menjembatani Kesenjangan Regulasi dan Operasional

Menanggapi kebingungan teknis mengenai status aset dan petunjuk operasional yang belum sepenuhnya rampung dari tingkat pusat, Ibu Camat berperan aktif sebagai fasilitator. Ia berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan BPMD dan Dinas Koperasi agar Desa Depok tidak terjebak dalam ketidakpastian aturan.

"Pemerintah kecamatan hadir untuk mendampingi, bukan mengintervensi. Kami akan pastikan proses inventarisasi aset dan legalitas berjalan sesuai koridor hukum, sehingga pengurus koperasi bisa bekerja dengan tenang dan transparan," jelasnya. Sikap proaktif ini diharapkan dapat mempercepat transisi KDMP dari fase pembentukan menuju fase operasional bisnis.

Mengubah Armada "Pajangan" Menjadi Alat Produksi

Salah satu poin penting yang disoroti oleh Ibu Suns Dewi adalah keberadaan aset fisik, seperti armada kendaraan niaga yang saat ini tersedia di Desa Depok. Menurutnya, kondisi fisik yang prima tidak boleh berbanding terbalik dengan produktivitasnya.

"Jangan sampai armadanya bagus tapi hanya diparkir. Kita harus pastikan aset-aset tersebut bekerja untuk mendistribusikan kebutuhan warga atau menampung hasil bumi mereka," tegasnya. Ia mendorong pengurus KDMP untuk segera menemukan model bisnis yang tepat, apakah itu di bidang distribusi logistik, agregator hasil tani, atau jasa lainnya, agar aset tersebut menghasilkan nilai ekonomi.

Harapan Baru bagi Pedagang Lokal di Cirebon

Dukungan penuh dari Camat Depok ini disambut positif oleh berbagai lapisan masyarakat. Bagi para pedagang kecil dan pelaku usaha mikro di Cirebon, kehadiran KDMP yang didukung kuat oleh camat diharapkan dapat menciptakan ekosistem bisnis yang lebih sehat. Alih-alih menjadi pesaing yang mematikan warung-warung kecil, KDMP didorong untuk menjadi mitra yang menyediakan akses modal dan distribusi grosir yang lebih murah.

Dengan kepemimpinan Ibu Suns Dewi, S.Sos., Kecamatan Depok optimis bahwa model pengelolaan KDMP yang efektif di Desa Depok dapat menjadi percontohan bagi desa lainnya di wilayah binaannya. "Tujuan akhirnya sederhana: uang berputar di desa, dan sejahtera dirasakan oleh warganya," pungkasnya.


Sugi liputan 62


Lebih baru Lebih lama





نموذج الاتصال