Kalimantan Tengah, Liputan62.net – Kondisi Sungai Barito di Kalimantan Tengah menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan hamparan pasir luas di sekitar Jembatan Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, bagian Sungai Barito tampak mengalami penyusutan air cukup drastis hingga sejumlah hamparan pasir terlihat jelas. Pemandangan tersebut kemudian memunculkan kekhawatiran masyarakat mengenai kondisi sungai dan kelangsungan transportasi air di wilayah tersebut.
Fenomena penyusutan debit air Sungai Barito diketahui berkaitan dengan kondisi musim kemarau yang berlangsung di wilayah Kalimantan. Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan telah melakukan pemantauan terhadap kondisi Sungai Barito bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III.
Sungai Barito Tidak Sepenuhnya Kering
Meski video yang beredar memperlihatkan bagian sungai seperti hamparan pasir, pemerintah menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak berarti seluruh Sungai Barito mengalami kekeringan.
Hasil pemantauan menunjukkan adanya penurunan muka dan debit air pada sejumlah bagian sungai. Hamparan pasir atau gosong yang terlihat merupakan bagian sungai yang tidak lagi tertutup air akibat turunnya permukaan air.
Sementara itu, alur utama Sungai Barito masih memiliki aliran air dan berdasarkan pemantauan masih dapat digunakan sebagai jalur transportasi sungai.
Kemarau Panjang Jadi Perhatian
Penyusutan debit Sungai Barito menjadi perhatian karena sungai tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat dan transportasi di kawasan Kalimantan.
Kondisi air yang semakin dangkal dapat memberikan dampak terhadap pergerakan kapal, distribusi logistik serta aktivitas ekonomi yang bergantung pada jalur transportasi sungai.
Pemerintah melalui BWS Kalimantan III terus melakukan pemantauan terhadap muka air dan alur Sungai Barito untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan.
Masyarakat Diminta Tidak Menyimpulkan dari Satu Video
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan kondisi keseluruhan Sungai Barito hanya berdasarkan dokumentasi dari satu lokasi atau satu sudut pengambilan gambar.
Video yang viral memang memperlihatkan hamparan pasir yang cukup luas, tetapi pemantauan langsung menunjukkan masih terdapat alur utama yang berair.
Informasi mengenai kondisi Sungai Barito juga penting disampaikan berdasarkan hasil pemantauan lapangan agar masyarakat mendapatkan gambaran yang lebih akurat dan tidak menimbulkan kepanikan.
Hingga Senin, 24 Agustus 2026, Sungai Barito yang menyusut akibat kemarau masih menjadi perhatian publik. Pemerintah terus memantau kondisi tersebut untuk mengantisipasi dampaknya terhadap masyarakat, transportasi sungai dan distribusi logistik.
(TimRed)


