![]() |
| SDN 3 Tegal datar tampak depan |
liputan62.net || PURWAKARTA – 23 Oktober 2026, SDN 3 Tegal Datar, sebuah institusi pendidikan yang terletak di Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, tengah melaksanakan proyek penting dalam rangka "Program Revitalisasi Satuan Pendidikan".
Program strategis ini mendapatkan perhatian khusus dan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Informasi ini terkonfirmasi dari papan proyek resmi yang terpasang di lokasi sekolah. Papan tersebut dengan jelas merinci detail kegiatan:
Nama Kegiatan: Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026.
Pekerjaan: Revitalisasi Satuan Pendidikan SDN 3 Tegal Datar.
Jumlah Dana Bantuan: Rp. 1.010.731.063 (Satu Miliar Sepuluh Juta Tujuh Ratus Tiga Puluh Satu Ribu Enam Puluh Tiga Rupiah).
Sumber Dana: APBN Tahun Anggaran 2026.
Waktu Pelaksanaan: 120 Hari.
Pelaksana: Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
Revitalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah agar lebih representatif, modern, dan nyaman bagi proses belajar mengajar.
Penggunaan dana APBN yang signifikan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat fondasi pendidikan di daerah.
Kepemimpinan Strategis dan Integritas
Ibu Kepala Sekolah SDN 3 Tegal Datar, Lilis Ratnasari, S.Pd., dalam keterangannya, menekankan pentingnya transparansi dan integritas dalam pelaksanaan proyek ini. "Pekerjaan ini sepenuhnya dilaksanakan di bawah pengawasan ketat pihak Kejaksaan dan Kepolisian.
Kami berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah dana pemerintah digunakan dengan tepat dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai regulasi," tegasnya.
Papan proyek tersebut memang dengan tegas mencantumkan kalimat: "PELAKSANAAN PROGRAM REVITALISASI INI DIBAWAH PENGAWASAN KEJAKSAAN DAN KEPOLISIAN," memberikan jaminan kepatuhan terhadap hukum dan tata kelola yang baik (good governance).
Prioritas Keselamatan dan K3
Selain kepatuhan terhadap regulasi, aspek keselamatan kerja menjadi prioritas utama bagi pihak sekolah dan P2SP. Berdasarkan amatan visual langsung di lapangan, para pekerja konstruksi yang terlihat mengerjakan bagian atap sekolah tampak disiplin menerapkan protokol Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
"Keselamatan pekerja adalah yang utama. Seluruh pekerja diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap dan standar, seperti helm keselamatan (hard hat) untuk pelindung kepala dan sabuk pengaman (body harness) bagi mereka yang bekerja di ketinggian," kata Ibu Lilis.
Disiplin penerapan APD ini terlihat jelas dari beberapa foto yang diambil saat pengerjaan atap berlangsung, di mana pekerja terlihat mengenakan helm dengan benar dan mengikuti protokol keselamatan yang ketat.
Ini bukan sekadar kepatuhan formalitas, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap nyawa manusia di lokasi proyek.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan nilai proyek mencapai lebih dari Rp 1 miliar dan waktu pelaksanaan selama 120 hari, revitalisasi ini diharapkan akan memberikan wajah baru yang lebih modern bagi SDN 3 Tegal Datar.
Gedung sekolah dengan warna kuning cerah dan atap bertingkat yang khas akan semakin siap untuk mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Seluruh komunitas sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga wali murid, menaruh harapan besar bahwa setelah proyek selesai, SDN 3 Tegal Datar akan menjadi lingkungan belajar yang semakin inspiratif dan aman bagi semua.
( Vera )



