Legiun Veteran Bali Dukung Pengusulan Kapten Anumerta Ida Bagus Putu Japa sebagai Pahlawan Nasional

Denpasar Bali || liputan62.net  – 

Dewan Pimpinan Daerah Legiun Veteran Republik Indonesia (DPD LVRI) Provinsi Bali menyampaikan dukungan terhadap pengusulan Kapten Anumerta Ida Bagus Putu Japa sebagai Pahlawan Nasional.


Dukungan tersebut berangkat dari peran Kapten Japa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya dalam Serangan Umum Kota Denpasar pada 11 April 1946.


Dalam makalah berjudul “Mengenal Sosok Pahlawan Ida Bagus Putu Japa”, Ketua DPD LVRI Provinsi Bali I Gusti Bagus Saputera, S.H., menguraikan perjalanan hidup Kapten Japa, mulai dari pendidikan, pengalaman militer, pembentukan pasukan gerilya, hingga perannya memimpin serangan terhadap Tangsi Kayumas.


Makalah tersebut menekankan keteguhan prinsip, keberanian, dan sikap mendahulukan kepentingan anak buah, masyarakat, serta bangsa di atas kepentingan pribadi.


Kapten Anumerta Ida Bagus Putu Japa lahir pada 3 April 1925 di Banjar Bengkel Kedaton, Sumerta, Denpasar Timur. Ia menempuh pendidikan HIS di Denpasar dan melanjutkan ke MULO di Malang. Menurut makalah tersebut, semangat kebangsaannya tumbuh antara lain melalui bacaan tulisan-tulisan Sukarno.


Ia kemudian mengikuti pendidikan militer Pembela Tanah Air (PETA) di Singaraja dan lulus sebagai salah satu siswa terbaik dengan pangkat Shodanco.


Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, perjuangan berlanjut untuk mempertahankan kemerdekaan dari upaya kembalinya kekuasaan kolonial Belanda. Makalah itu menyebut Kapten Japa membangun markas perjuangan di Desa Pagutan dan menghimpun serta melatih pemuda dari sejumlah wilayah.


Dalam rapat para pimpinan pejuang di Pagutan pada 8 April 1946, ia mendorong dilakukannya serangan langsung ke Kota Denpasar.


Pada malam menjelang 11 April 1946, pasukan bergerak dari Pagutan melalui sejumlah kawasan menuju Pura Dalem Yangbatu, sebelum melancarkan serangan terhadap Tangsi Kayumas. Makalah menyebut Kapten Japa memimpin serangan dari arah timur. Ia terus memimpin pasukannya di tengah tembakan musuh, hingga gugur setelah terkena peluru di bagian dahi.


Peristiwa itu menempatkan namanya sebagai salah satu pejuang yang mengorbankan nyawa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.


Makalah tersebut juga mencatat bahwa penghormatan terhadap Kapten Japa telah diwujudkan melalui patung, nama jalan, dan nama lapangan. Namun, bagi LVRI Bali, pengenalan simbolik itu perlu disertai penguatan kajian sejarah, verifikasi sumber, dan proses pengusulan sesuai mekanisme resmi agar jasa perjuangannya dapat dinilai secara menyeluruh.


“Kapten Ida Bagus Putu Japa merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan yang konsisten membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara,” demikian pokok penilaian yang disampaikan dalam makalah tersebut.


Keteladanan itu dinilai relevan bagi generasi muda, terutama dalam menumbuhkan nasionalisme, keberanian, tanggung jawab, dan pengabdian kepada kepentingan bersama.


Pengusulan gelar Pahlawan Nasional melalui jalur pemerintah daerah, Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), serta tahapan pemerintah pusat perlu ditempuh sesuai ketentuan yang berlaku. Dukungan terhadap proses ini diharapkan memperluas pemahaman masyarakat tentang peran Denpasar dan Bali dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. (Amat)

Lebih baru Lebih lama





نموذج الاتصال