Jalan Rusak Parah di Desa Sadang, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Warga Mengeluh Tak Ada Perbaikan Bertahun-tahun

SADANG - TODANAN - BLORA , indometro.net-

Warga Desa Sadang, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah mengeluhkan kondisi jalan utama desa yang rusak parah dan tak kunjung mendapat perbaikan dari pemerintah.

Senen 26/10/2026

Jalan yang menjadi akses vital penghubung antar dusun dan akses utama menuju pusat Kecamatan Todanan dan Kabupaten Blora ini, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Aspal mengelupas, jalan berlubang besar dan dalam, berbatu, becek saat hujan, dan berdebu pekat saat kemarau.

Kondisi Jalan: Lubang Menganga, Seperti Kubangan Kerbau

Pantauan di lapangan, kerusakan jalan di Desa Sadang, Todanan, Blora tersebar  di beberapa titik. Mulai dari jalan masuk desa, jalan poros desa, hingga jalan penghubung antar dukuh Sadang dan Bicak.


Lubang-lubang dengan kedalaman 10-30 cm dan lebar setengah meter menganga di tengah jalan. Saat musim hujan seperti sekarang, lubang tersebut tertutup air dan menjadi kubangan yang sangat membahayakan pengendara motor terkusus buat anak - anak Sekolah.


Saat musim kemarau, jalan berubah menjadi berdebu tebal, mengganggu pernapasan dan jarak pandang.


"Jalan di Sadang ini rusak sudah bertahun-tahun, Pak. Tidak ada perbaikan sama sekali. Padahal ini jalan utama warga untuk ke sawah, ke sekolah, ke pasar. Kalau hujan, seperti kubangan kerbau. Motor sering terperosok, ibu-ibu jatuh," keluh salah satu warga Desa Sadang, Todanan.


Warga lainnya menambahkan, kerusakan jalan ini sudah berulang kali dilaporkan ke pemerintah desa hingga kecamatan, namun hingga kini belum ada realisasi perbaikan.


"Kami sudah mengeluh, sudah lapor, tapi jawabannya selalu nanti, anggaran belum ada. Kami warga kecil hanya bisa mengeluh. Kasihan anak-anak sekolah, kalau hujan sepatunya penuh lumpur," tambahnya.


Dampak Kerusakan Jalan Bagi Warga Sadang


Kerusakan jalan di Desa Sadang, Todanan ini membawa dampak serius bagi aktivitas ekonomi dan sosial warga:


1. Akses Ekonomi Terganggu: Petani di Sadang kesulitan mengangkut hasil panen (jagung, padi, kayu jati) karena truk dan pick up tidak berani masuk saat jalan becek. Biaya angkut jadi mahal.


2. Bahaya Kecelakaan:Lubang yang dalam dan tidak terlihat saat tergenang air sering menyebabkan pengendara motor terjatuh, terutama pada malam hari karena minim penerangan jalan.


3. Anak Sekolah Terhambat: Anak-anak SD dan SMP di Sadang harus melewati jalan rusak setiap hari. Saat hujan, mereka harus jalan kaki ekstra hati-hati karena licin.


4. Debu dan Kesehatan: Saat kemarau, debu dari jalan rusak beterbangan masuk ke rumah-rumah warga di pinggir jalan, mengganggu kesehatan pernapasan (ISPA).


5. Harga Jual Turun: Karena akses sulit, pengepul hasil bumi menawar harga lebih murah dengan alasan ongkos angkut tinggi.


Warga Berharap Perhatian Pemkab Blora dan Dinas PUPR Blora


Warga Desa Sadang, Kecamatan Todanan sangat berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Blora, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora.


Mereka meminta agar jalan di Desa Sadang segera masuk dalam prioritas perbaikan dan pengaspalan pada APBD Kabupaten Blora tahun 2026/2027.


"Kami tidak minta yang muluk-muluk, Pak. Kami hanya minta jalan yang layak. Jalan yang tidak berlubang, yang bisa dilalui dengan aman. Tolong perhatikan kami warga Desa Sadang, Kecamatan Todanan yang ada di pelosok Blora selatan ini," harap tokoh masyarakat Desa Sadang.


Desa Sadang sendiri merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Todanan yang berada di perbatasan Blora - Grobogan. Mayoritas warga bermata pencaharian sebagai petani dan perantau. Infrastruktur jalan yang baik sangat vital untuk mengangkat perekonomian desa yang selama ini tertinggal.


Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kapan jalan di Desa Sadang, Todanan akan diperbaiki.

Red team _

Lebih baru Lebih lama





نموذج الاتصال