JAKARTA, LIPUTAN62.NET —
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang dapat terjadi akibat fenomena bulan purnama.
Potensi banjir rob tersebut diperkirakan berlangsung hingga 1 November 2026 dan dapat berdampak terhadap sejumlah kawasan pesisir di Indonesia, termasuk wilayah pesisir Jawa Barat dan Jawa Tengah.
BMKG menyebut fenomena pasang maksimum air laut yang dipengaruhi fase bulan purnama dapat meningkatkan risiko genangan air laut di kawasan pesisir, terutama wilayah yang berada di dataran rendah dan memiliki kerentanan terhadap banjir rob.
Selain Jawa Barat dan Jawa Tengah, masyarakat di sejumlah wilayah pesisir lainnya juga diminta memperhatikan informasi cuaca dan kondisi pasang surut air laut selama periode tersebut.
Masyarakat Pesisir Diminta Waspada
Potensi banjir rob dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di kawasan permukiman pesisir, pelabuhan, tambak, kawasan industri, serta jalur transportasi yang berada dekat dengan garis pantai.
Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak disarankan untuk mengantisipasi kemungkinan naiknya air laut dengan mengamankan barang-barang penting, terutama peralatan elektronik dan dokumen yang berada di tempat rendah.
Pengendara juga diimbau berhati-hati ketika melintasi jalan yang berpotensi tergenang air laut. Kondisi genangan dapat mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
BMKG Imbau Pantau Informasi Resmi
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terbaru mengenai cuaca, gelombang laut, serta kondisi pasang surut melalui kanal informasi resmi BMKG.
Kewaspadaan menjadi penting karena kondisi banjir rob di setiap wilayah pesisir dapat berbeda, tergantung karakteristik pantai, kondisi pasang air laut, serta faktor cuaca setempat.
Masyarakat juga diharapkan segera melakukan langkah mitigasi apabila air laut mulai memasuki kawasan permukiman atau fasilitas umum.
Dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sejak dini, dampak yang ditimbulkan oleh banjir rob akibat fenomena bulan purnama hingga 1 November 2026 diharapkan dapat diminimalkan.



