CIREBON,liputan62.net –
Kabar gembira bagi Desa Waru Gede, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon. Inisiatif mandiri para pengusaha batu alam dalam membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kini mendapat sorotan positif dari tingkat nasional. Pada Sabtu (19/9/2026), tim Media liputan62 terjun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi fakta dan konfirmasi terkait proyek strategis tersebut.
Kehadiran jurnalis liputan 62 ini bukan tanpa alasan. Mereka ingin memastikan bahwa apa yang dikabarkan sebagai "gerakan swadaya masyarakat" adalah benar adanya, serta menilai dampak nyata dari kepemimpinan Pak Haji Yadi (Ucok), Ketua Paguyuban Usaha Batu Alam Desa Waru Gede.
Konfirmasi Langsung: Dari Janji Politik Menjadi Realita Lapangan
Dalam kunjungannya, tim Media liputan62 bertemu langsung dengan Pak Haji Ucok di lokasi proyek IPAL yang sedang dalam tahap penyelesaian. Suasana terlihat sibuk namun tertib, dengan pekerja yang terus memantau instalasi penyaringan air.
Pak Haji Ucok menyambut kedatangan tim media dengan terbuka. Ia menjelaskan kronologi mengapa paguyuban memutuskan untuk bergerak sendiri setelah bertahun-tahun menunggu realisasi janji Pemerintah Daerah (Pemda) yang belum juga terealisasi.
"Kami tidak mau lagi terjebak dalam retorika. Warga sudah lelah dengan limbah, dan sawah mereka butuh air. Jadi, kami kumpulkan iuran dari seluruh anggota paguyuban. Ini bukti konkret bahwa ketika rakyat bersatu, masalah sebesar apapun bisa diselesaikan," ungkap Pak Haji Ucok sambil menunjukkan skema aliran air limbah yang akan disaring menjadi air bersih untuk irigasi.
Tim Media liputan62 mencatat detail teknis pembangunan, mulai dari kapasitas penampungan hingga teknologi filtrasi yang digunakan. Mereka juga mengonfirmasi bahwa proyek ini murni digerakkan oleh solidaritas pengusaha lokal, tanpa campur tangan anggaran daerah yang sering kali berbelit-belit.
Sorotan Nasional: Model Pemberdayaan Masyarakat yang Perlu Ditiru
Bagi Media liputan62, kasus di Waru Gede ini adalah contoh langka dan inspiratif tentang kemandirian masyarakat dan kepedulian lingkungan.
Dalam laporannya, tim jurnalis menyoroti beberapa poin kunci:
1. Kepemimpinan Visioner: Peran Pak Haji Ucok yang mampu menyatukan puluhan pengusaha dengan ego masing-masing demi tujuan bersama.
2. Solusi Berkelanjutan: Transformasi limbah industri menjadi sumber daya air untuk pertanian, menciptakan siklus ekonomi hijau.
3. Responsivitas Sosial: Bukti bahwa sektor swasta/UMKM bisa menjadi mitra utama pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan jika difasilitasi dengan baik.
"Ini adalah wajah baru Indonesia. Bukan hanya menunggu bantuan, tapi menciptakan solusi. Kami akan membawa cerita ini ke publik luas agar daerah lain bisa belajar dari Waru Gede," kata perwakilan tim Media liputan62 usai melakukan wawancara mendalam.
Validasi Atas Kekecewaan Masa Lalu
Kunjungan ini juga secara tidak langsung menjadi validasi atas keluhan warga selama ini. Fakta bahwa media sekelas Media liputan62 tertarik meliput, menunjukkan bahwa isu kelambanan Pemda dalam menangani limbah batu alam memang serius dan mendesak. Namun, alih-alih terus mengeluh, warga Waru Gede memilih jalan mulia: berkarya.
Dengan adanya liputan ini, diharapkan tekanan moral kepada pihak terkait semakin besar untuk segera mendukung fasilitas yang sudah dibangun warga ini, misalnya melalui pemeliharaan rutin atau penambahan infrastruktur pendukung di masa depan.
Waru Gede: Desa Percontohan Lingkungan
Kini, Desa Waru Gede tidak hanya dikenal sebagai sentra batu alam, tetapi juga sebagai desa pelopor dalam pengelolaan limbah berbasis komunitas. Nama Pak Haji Ucok dan Paguyuban Usaha Batu Alam harum terdengar hingga ke ranah media nasional.
Terima kasih kepada Media liputan62 yang telah memberikan ruang apresiasi bagi pahlawan lingkungan lokal. Dan terima kasih kepada Pak Haji Ucok serta seluruh warga Waru Gede yang telah membuktikan bahwa integritas dan gotong royong adalah kunci kemajuan sejati.
Semoga IPAL ini segera beroperasi penuh, membawa air bersih bagi sawah, dan kedamaian bagi hati warga Cirebon.
Sugi liputan 62




