Kuningan, liputan62.net-
22 September 2026 Polres Kuningan menunjukkan wajah baru kepolisian yang modern, humanis, dan benar-benar dekat dengan masyarakat.
Lewat ,dedikasi tanpa henti jajaran Satlantas Polres Kuningan terkuak jelas, membuktikan bahwa mereka bukan sekadar penegak hukum, tetapi juga pelopor keselamatan dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Kuningan,
Episode ini menghadirkan narasumber istimewa yang menjadi ujung tombak keamanan lalu lintas di Bumi Sanggarwasa:
AKP Aktuin Moniharapon (Kasat Lantas Polres Kuningan)
IPTU Deni Supriana (KBO Satlantas)
IPTU Heru Firmansyah (Kanit Turjawali)
Aipda Diki, personel viral yang sukses mengubah wajah penegakan hukum menjadi edukasi yang menyenangkan, cerdas, dan humanis di media sosial.
Kasat Lantas menjelaskan makna mendalam di balik "Presisi" yang digaungkan Polri: Prediktif (mampu memetakan potensi gangguan sejak dini), Responsibilitas (cepat tanggap dan solutif terhadap setiap pengaduan masyarakat), dan Transparansi (pelayanan yang akuntabel). Ini adalah janji nyata Polres Kuningan untuk selalu hadir melindungi masyarakat.
Kuningan, yang dikenal sebagai kota santri dan destinasi wisata sejuk di kaki Gunung Ciremai, harus terlindungi dari kebisingan. Satlantas Polres Kuningan menggempur fenomena knalpot brong dengan pendekatan komprehensif: mulai dari preventif (edukasi masif ke sekolah-sekolah dan komunitas) hingga represif (penindakan tegas di lapangan). Tujuannya satu: menciptakan suasana yang tenang, nyaman, dan mencegah potensi tawuran atau kecelakaan.
Meski ETLE statis masih dalam tahap pengajuan anggaran bersama Pemda, Polres Kuningan tak tinggal diam! Mereka mengado,Petugas kini dilengkapi perangkat canggih yang dapat mendeteksi pelanggaran kasat mata (seperti tidak pakai helm, melawan arus, atau modifikasi ilegal) secara real-time. Data langsung terhubung dengan sistem, dan surat konfirmasi tilang akan dikirimkan ke rumah pelanggar. Canggih, efektif, dan transparan!
Lewat konten media sosial, Aipda Diki membuktikan bahwa menegakkan disiplin tidak harus dengan wajah garang. Pendekatan humanis, dialogis, dan penuh kearifan lokal berhasil menyentuh hati masyarakat. Banyak warga yang mengaku "malu" jika melanggar di depan Aipda Diki, membuktikan bahwa edukasi yang cerdas dan sabar jauh lebih efektif daripada sekadar hukuman.
Di usia ke-71 ini, Satlantas Polres Kuningan berkomitmen untuk terus menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Mereka hadir bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memastikan setiap warga Kuningan tiba di tujuan dengan selamat bersama keluarga tercinta.
Mari kita dukung penuh langkah inovatif dan menginspirasi ini! Ingat selalu pesan emas dari jajaran Satlantas Polres Kuningan: utama.
Sugi liputan 62


