Saham Bank Mandiri BMRI Viral Hari Ini, Tertekan di Tengah Sorotan Rekening Warga Pati

 


Jakarta, Liputan62.net – Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan kode emiten BMRI menjadi perhatian publik pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026. Pergerakan saham Bank Mandiri berada di zona merah di tengah sorotan terhadap penanganan rekening milik warga Pati yang digunakan untuk menampung dana donasi.


Pada sesi I perdagangan 24 Agustus 2026, saham BMRI tercatat turun 30 poin atau sekitar 0,71 persen ke level Rp4.190 per saham, dibandingkan penutupan perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026 di level Rp4.220.


Memasuki sesi II, tekanan terhadap saham BMRI berlanjut. Saham Bank Mandiri dilaporkan berada di level Rp4.180 per saham, turun sekitar 0,95 persen atau 40 poin dari penutupan sebelumnya.


Saham BMRI Jadi Sorotan Setelah Polemik Rekening

Pergerakan saham Bank Mandiri terjadi bersamaan dengan ramainya pemberitaan mengenai rekening Supriyono alias Botok, warga Pati yang disebut digunakan untuk menggalang donasi menjelang rencana aksi 27 Agustus 2026.


Bank Mandiri sebelumnya menjelaskan bahwa tindakan terhadap rekening tersebut dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum dan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku. Bank juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah.


Pihak kepolisian kemudian menjelaskan bahwa surat penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berkaitan dengan penundaan transaksi untuk kepentingan penyelidikan terhadap aliran dana pada rekening tersebut.

DPR Akan Meminta Penjelasan Bank Mandiri

Polemik tersebut juga berkembang ke ranah parlemen. Komisi VI DPR RI dikabarkan akan meminta penjelasan Bank Mandiri mengenai penanganan rekening milik Supriyono alias Botok.


Perkembangan tersebut membuat nama Bank Mandiri dan kode saham BMRI semakin ramai dibicarakan di media sosial maupun pemberitaan ekonomi.


Jangan Langsung Kaitkan Penurunan BMRI dengan Satu Isu

Meski pelemahan saham BMRI terjadi bersamaan dengan polemik rekening warga Pati, investor tetap perlu berhati-hati dalam menarik kesimpulan.


Pergerakan harga saham dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi IHSG, sentimen pasar, transaksi investor asing, kondisi sektor perbankan, kinerja perusahaan, serta faktor ekonomi dan politik.


Pada perdagangan hari yang sama, sejumlah saham bank besar lainnya juga mengalami tekanan. Karena itu, penurunan BMRI tidak dapat secara otomatis dianggap semata-mata akibat polemik rekening tersebut.

Investor Diminta Mencermati Informasi Resmi

Bagi investor dan masyarakat yang mengikuti perkembangan saham Bank Mandiri, informasi resmi perusahaan serta data perdagangan Bursa Efek Indonesia tetap menjadi rujukan utama.


Polemik rekening warga Pati dan perkembangan rencana aksi 27 Agustus 2026 masih menjadi perhatian publik. Sementara itu, pergerakan saham BMRI akan terus menjadi perhatian investor dalam melihat dampak sentimen terhadap saham perbankan.


Liputan62.net akan terus memantau perkembangan saham Bank Mandiri (BMRI), klarifikasi terkait rekening warga Pati, serta perkembangan pasar saham Indonesia.

(TimRed)

Lebih baru Lebih lama





نموذج الاتصال