Kebakaran Hari Ini: 1.487 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan, Karhutla Makin Mengkhawatirkan






JAKARTA, Liputan 62 — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian serius pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kondisi kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan terus dipantau setelah terdeteksi ribuan titik panas yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.487 titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan berdasarkan pemantauan satelit NOAA-20 hingga Kamis (20/8/2026).


Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 767 titik, disusul Kalimantan Barat sebanyak 560 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing mencatat 74 titik, sedangkan Kalimantan Utara terdapat tiga titik panas. NNU Online
Karhutla Kalimantan Terus Mendapat Perhatian


Peningkatan aktivitas kebakaran membuat pemerintah memperkuat operasi penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan.


Kementerian Kehutanan menyebut operasi terpadu diperkuat terutama di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Penanganan melibatkan BNPB, BMKG, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, relawan, serta unsur masyarakat. Kehutanan


Data pemantauan juga menunjukkan adanya peningkatan signifikan hotspot berkepercayaan tinggi pada 19 Agustus. Di tiga provinsi tersebut, jumlah hotspot berkepercayaan tinggi mencapai 518 titik, meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan sehari sebelumnya. Kehutanan Puluhan Ruko Terbakar di Bengkayang


Selain karhutla, kebakaran permukiman dan kawasan perdagangan juga terjadi di Kalimantan Barat.


Sebanyak 48 rumah toko (ruko) di kawasan Pasar Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang, terbakar pada Kamis (20/8) malam. Api dilaporkan mulai muncul sekitar pukul 18.15 WIB atau setelah Magrib. Antara Kepri


Peristiwa tersebut menambah perhatian terhadap ancaman kebakaran di tengah kondisi cuaca yang relatif kering di sejumlah wilayah.Kebakaran Makassar Tewaskan Satu Warga


Kebakaran juga terjadi di Jalan Paccerakkang Raya, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (20/8) malam.


Peristiwa tersebut menyebabkan satu warga meninggal dunia. BPBD Makassar turun ke lokasi setelah proses pemadaman oleh petugas pemadam kebakaran selesai dilakukan. Megapolitan ANTARA News Kabut Asap Mulai Mengganggu Aktivitas


Dampak karhutla tidak hanya berupa kerusakan lahan. Asap kebakaran juga dapat mengganggu kualitas udara dan jarak pandang.


Di Kalimantan, kondisi asap bahkan berdampak terhadap aktivitas penerbangan. Sejumlah penerbangan dilaporkan mengalami penundaan akibat asap pekat yang mengganggu jarak pandang di Bandara Supadio. 


Pemerintah juga terus meningkatkan operasi pemadaman darat dan dukungan udara untuk mengendalikan titik-titik kebakaran. Warga Diminta Meningkatkan Kewaspadaan


Masyarakat yang berada di wilayah rawan karhutla diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.


Asap akibat kebakaran juga dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu jarak pandang. Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak disarankan mengikuti informasi dan imbauan dari pemerintah daerah serta instansi kebencanaan.

(RedTim)
Lebih baru Lebih lama





نموذج الاتصال