Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Turun Tangan Hadapi Karhutla, Pimpin Salat Istisqa di Tengah Kemarau Panjang

 


Kotawaringin Barat, Liputan62.net – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menjadi sorotan setelah turun langsung menangani dampak kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.


Pada Jumat (28/8/2026), Agustiar Sabran bersama jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat melaksanakan Salat Istisqa dan doa bersama. Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama menghadapi kondisi kemarau panjang yang meningkatkan risiko kekeringan dan karhutla.


Gubernur Kalteng Soroti Ancaman Karhutla

Sebelumnya, Gubernur Agustiar Sabran juga meninjau langsung lokasi karhutla di kawasan Tatas, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, pada Kamis (27/8/2026).


Dalam kunjungan tersebut, Agustiar memberikan peringatan tegas agar masyarakat maupun pelaku usaha menghentikan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Ia menegaskan penindakan akan dilakukan terhadap pelaku karhutla tanpa melihat siapa pihak yang berada di belakangnya.


Persoalan karhutla menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya menyangkut lingkungan, tetapi juga kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta aktivitas ekonomi.


Kemarau Panjang Jadi Perhatian Pemerintah

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus melakukan berbagai langkah untuk menghadapi musim kemarau. Selain penanganan kebakaran, pemerintah juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api.


Dalam kegiatan di Kotawaringin Barat, Salat Istisqa dan doa bersama menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah dan masyarakat menghadapi kondisi kemarau yang berkepanjangan.


Di sisi lain, kunjungan Gubernur Kalteng ke daerah juga dimanfaatkan untuk melihat langsung kondisi masyarakat serta memastikan pelayanan pemerintah tetap berjalan.


Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat bahkan menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat dalam rangka kunjungan kerja Gubernur Kalteng. Pelayanan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Kotawaringin Barat dengan melibatkan tenaga kesehatan dan Puskesmas Madurejo.


Karhutla Kalteng Jadi Sorotan

Kondisi karhutla di Kalimantan Tengah menjadi perhatian karena kemarau panjang dapat meningkatkan risiko kebakaran di kawasan gambut.


Data yang dikutip Mongabay dari BPBPK Kalteng menyebutkan bahwa sepanjang 1 Januari hingga 22 Agustus 2026 terdapat 19.992 titik panas, sementara karhutla tercatat mencapai 1.639 kejadian dengan luas 4.499,21 hektare.


Situasi tersebut membuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla menjadi salah satu agenda penting Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.


Gubernur Agustiar Sabran pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.


(TimRed)

Lebih baru Lebih lama





نموذج الاتصال